aprile 17, 2006


Edisi Liburan Paskah
II

Masa liburan saya berekuivalen dengan off work, “catching up with what’s normally not possible” berarti tidur siang hampir tiap hari, ke pantai berjemur sambil membaca buku, berenang hilir mudik di kolam publik, sejenak menikmati mentari autumn dan gigitan air beku yang menggigit kulit hingga ke sumsum (sekeluarnya dari kolam!).

Dan kegiatan lainnya adalah, menonton DVD. Kali ini bukan DVD film. Tapi dokumentari perjalanan, produksi Pilot Guide, perusahaan berbasis di Britania Raya dan seri setengah jam-nya di Discovery Channel jarang sekali mengecewakan.

Destinasi : Italia

Saya hanya bisa bilang, dengan segala kebiasan saya, kedua pemandunya adalah gadis muda asal Amerika. Mereka menjunjung backpack besar di punggung, entah hanya sekedar aksesori atau cameo, tapi ada beberapa unit di mana saya mendapatkan impresi acara ini bak dipandu oleh seorang peserta “The Amazing Race” di mana si peserta dengan segala ke-Americanisme-an mereka membuat saya menjulingkan mata. Bad Italian, bad fakish Italian accent, bad American accent, bad American 'tude ... beh, untungnya hal-hal tersebut terbalas oleh keindahan panorama dan keunikan kota-kota Italia. Dan beberapa insight unik yang menyegarkan.

Sinter Klaas, minggirlah!

Di negara-negara Anglo biasanya menjelang natal ada jasa “mocking” oleh Kantor Pos. Di Australia misalnya, kita bisa menulis kepada Santa Claus, North Pole, baik dewasa dan kanak-kanak, yang nantinya akan menerima balasan dari Santa himself. Ternyata bukan hanya Father Christmas yang se-spesial itu.

Di Italia, layanan serupa pun ada bagi Juliette. Atau nama lokalnya, Giuletta. Romeo dan Juliet, personnage khayalan Shakespeare, ber-origin di Verona, utara Italia. Dan jikalau kita menulis surat seperti ini:

JULIETTE
VERONA, ITALY

kemungkinan kita akan mendapat balasan. Di kota Verona, ternyata ada sekelompok sukarelawati yang menyortir dan menjawab setiap surat –kebanyakan surat cinta, atau surat berisi problematika asmara- yang ditujukan bagi Juliet.

Anyone takin’ up the offer?

+++ Carissima Giuletta … ho un problema! Aiutoooooooooooo ...!

3 comments:

tari ha detto...

Ciao G,

Belum lama ini aku liat (lagi) di Discovery Travel program: Globe Trekker. Tentang Backpacker Ian Wright yang yang berkelana ke Italia, seperti biasanya yg terkenal di luar Italia adalah Toscana.

Entah kenapa aku suka sekali kalo pemadu si ian daripada si cewe, duh..siapa yg ya namanya lupa..

Anyway...Auguri di Buona Pasqua..è arriva l'uovo di Pasqua?

Anonimo ha detto...

ikutan pindah sini deh abisnya yg lama cuma utk bhs itali n france .. sptnya hrus kenalan dng my brother in law yg orang itali nih :D

oo dulu tinggal di rocky ya ? pantesaan aja kayanya sebel banget sama qld abis tinggalnya di rocky sih :D .. itu tempat transit kita kalau driving ke brisbane :-D

berhubung sampe rocky selalu malam jadi ga tau spt apa kotanya .. tapi yah kalau dibanding sidnih ya emang beda .. tapi kalau urusan cocroaches nya mungkin qld masih much better than nsw yak .. soalnya gw banyak kenalan orang sidnih (baik yg tinggal di pinggiran or sidnih kota) yg udah pada give up sama itu kecoa2 di sana. bener gak tuh ?!

tonspil buat gw tetep is the best, biar nggak segemerlap kota besar tapi lahan kerja suamiku disitu.. belum tentu dapet 6 figures salary kalo tinggal di kota besar ya gak ?

bulan lalu dia menolak utk ditarik ke head office di melbourne sama kampeninya *karena pastikehilangan 25% dari penghasilannya*. jadi kita nggak masyalah sih tinggal di small town .. kalau mau ke big city yaah utk holiday ajah but don't live in kata orang2 sini :-D

Anonimo ha detto...

Selamat ya udah punya blog baru buat kita2 yang nggak melek bahasa Itali ataupun Perancis ;-)

Jangan lupa di-apdet semua versinya.
Jadi kapan mau melamar ke UN ? Multilingual lebih dicari lhoo ;-)