giugno 02, 2006

Sydney Ferry

flickr.com


Salah satu icon terbaik kota ini adalah mode transportasi maritimnya. The Sydney Ferries. Lebih dari seratus tahun ia telah jadi bagian sendi metropolis australis, di kota premier negeri koala ini. Saya pun tak bosan memandang mereka.

Kepada setiap teman yang kebetulan mengunjungi kota ini, pesan saya cuma satu: Hitch the Ferry from Circular Quay to Manly. It's too spectacular a view to miss.

Ia menawarkan tak hanya panorama sejuta dolar dan vista tak tertandingi (dibanding kota Harbour dunia lainnya eg Hongkong, NYC) rutenya pun sangat strategis: Rumah Opera, Jembatan Harbour, serta skyline Sydney dan bahkan Residence Perdana Menteri. Efek psikologisnya tak diragukan lagi, instantaneously miraculous.

+++


5 comments:

Anonimo ha detto...

Baiklah, suatu saat kalao ada rejeki aku akan mengunjungi terra australis. Tapi kalo mengingat lamanya penerbangan dari sini, jadi mesti di gabung dengan pulang kampung.

Kalo ada waktu setelah di Perugia, cobalah ambil liburan ke Lago di Garda. Dengan ferry bisa memandangi kota2 tua di sekitar Garda, Malcesine, Limone, Peschiera...sono belli come cartoline..,ikut promosi juga ah..

Anonimo ha detto...

TARI : Oaaaa, ngga sia-sia Tourism AUS menggunakan jasa word of mouth marketing saya! Untuk tiket terbaik ke mari sekaligus mudik, mungkin dg MAL codesharing dg Garuda. Tapi jadi banyak stops-nya dan capenya itu ngga ketulungan.

Iyaaaah, itu jam penerbangan 30 jam adalah normal. Harusnya rute AUS-EUR itu dilayani oleh Concord, tapi udah keburu ilang dulu service ekspress itu. Saya juga ini udah nyiapin mental untuk trip berikutnya, bakal perjalanan panjang. Jetlag adalah nama tengahku (???)

Hehee, sponsor mbaTari kali ini Turismo Lombardia kah?

Anonimo ha detto...

wah... sayang baru sekarang dapet rekomendasinya... dah ke sidney easter break kemaren, cuma poto-poto di harbour sama opera, padahal cuacanya lagi cerah banget (baca: panas! kok kayak jakarta ya)

:P

Anonimo ha detto...

DINI : kaya JKT? lol ... emang euy kala summer, panas di sini, bisa semena-mena hingga ampir 40ºC plus kelembaban rendah bikin orang keabisan napas. Itukah sebabnya kamu berbasis di MELB dg 5 cuacanya?

Anonimo ha detto...

Aku inget 2 tahun lalu temen kami yg dateng dari Melbourne, sampe di Italy mukanya kuyu. Gak napsu lagi ama segala macam pizza, pasta, gelato ataupun uomo italiano..hi..hi..

Bukan Lombardia, tapi Sud Tirol. karena alasan tertentu mereka lebih memilih nama itu daripada Alto Adige.