maggio 31, 2006

Dutch pedophiles go political

Ah bener-bener dah. Ngga puas hati dengan « coffeehuis » mereka yang profit taking-nya bukan berasal dari jualan espresso ^^, kini sang eks-penguasa East Indies merangsak ke daerah abu-abu kelam.

Kalau AUS masih bergulat dengan issue (1) injection room (ruang legal disediakan Govt untuk junkies untuk menyuntik heroin dll, plus dokter jaga, argumen: daripada mereka tewas di jalanan), (2) euthanasia (masih ilegal di sini), dan baru-baru ini (3) revamp on the obsolete Communication Acts eg. annoying telemarketer.

Kalau di RI masih anget kontroversi, kontradiksi, (1) RUU PornofeckenAksi dan PornofeckenGrafi, masih ribut dengan seorang (2) gadis Indonesia tampil di cover Playboy Spanyol, masih geger dan penuh protes diakhiri dengan vandalisme properti (3) akan peluncuran sebuah majalah yang serta merta dianggap ikon empirisme dan pornografi Amrik hanya karena ia memasung brand bertitel Playboy.

Beh ... suku Nederlander telah jauh meninggalkan yang lainnya!

Tapi, dua usul terakhirnya boleh juga: legalkan berjalan telanjang di publik dan
free travel
via kereta. ^^ Viva la libertà !

Tapi kalo pornografi kanak-kanak, saya tak setuju. Sedangkan bestiality, err ... what's wrong with just human (???) Ada-ada aja ah Negeri Tanah Rendah ini.

Ratu Beatrix ... bagaimana tanggapanmu?




Shock as Dutch pedophiles go political

June 1, 2006

AMSTERDAM: Dutch pedophiles are launching a political party to push for a
cut in the legal age for sexual relations to 12 from 16 and the legalisation of child pornography and sex with animals, sparking widespread outrage.

The Charity, Freedom and Diversity party said on its website it would be registered yesterday.

"A ban just makes children curious," Ad van den Berg, a party founder, told a newspaper. "We want to make pedophilia the subject of discussion. We want to… have a voice. Other politicians only talk about us in a negative sense, as if we were criminals."

The Netherlands, which already has liberal policies on soft drugs, prostitution and gay marriage, was shocked by the plan.

An opinion poll published on Tuesday showed that 82 per cent wanted the Government to do something to stop the new party.

"They make out as if they want more rights for children. But their position that children should be allowed sexual contact from age 12 is of course just in their own interest," said anti-pedophile campaigner Ireen van Engelen.

Right-wing MP Geert Wilders said he had asked the Government to investigate whether a party with such "sick ideas" could really be established.

Kees van der Staaij, of the Christian SGP party, also demanded action: "Pedophilia and child pornography should be taboo… Breaking that will just create more victims."
The party wants private possession of child pornography to be allowed, although it supports the ban on the trade of such materials.

It supports allowing pornography to be broadcast on daytime television, with only violent pornography limited to late evenings.

The party also said people should be allowed to go
naked in public and promotes legalising all drugs and free train travel for all.

maggio 29, 2006

Nella Fantasia

Russel Watson's sung it.

Sarah Brightman's chanted it.

Il Divo's followed suit.

Ennio Morricone composed it.

Soundtrack of Cinema Paradiso.

Nella fantasia io vedo un mondo giusto,
Li tutti vivono in pace e in onestà.
In my fantasy I see a world of justice,
where everyone lives in peace and honesty.

Io sogno d'anime che sono sempre libere,

Come le nuvole che volano,
Pien' d'umanità in fondo all'anima.
I dream of souls that are always free,
as the flying clouds,
full of profound humanity.

Nella fantasia io vedo un mondo chiaro,

Li anche la notte è meno oscura.
In my fantasy I see a world of light,
where the nights are less obscured.

Io sogno d'anime che sono sempre libere,

Come le nuvole che volano.

Nella fantasia esiste un vento caldo,
Che soffia sulle città, come amico.
In my fantasy there's a warm breeze,
that blows over the towns like a friend.

Io sogno d'anime che sono sempre libere,
Come le nuvole che volano,
Pien' d'umanità in fondo all'anima.


+++

maggio 26, 2006

Maniérisme asiatique c'est quoi?

Sebenernya protokol meja (table manner) à la Asia itu benar adakah? Atau hanya desas desus di balik tirai keeksotisan Oriental saja? Atau, barangkali, hanya negeri Japon yang dapat diakui ber-manner tinggi, karena mereka rata-rata sangat sopan dan terpelajar.
Dan tadi saat makan siang, di food court padat dipenuhi pengunjung kelaparan, seorang bapa-bapa Asia usia 30-an duduk diagonal dari meja saya.

Dan ia sangat menikmati makan siangnya, nasi dengan lauk. Mungkin saking nikmatnya, ia pun membuat suara.

^^

Srurrp sruupp …

Kalo santapannya mi atau sup yah maklum, tapi ini nasi dengan lauk dan daging. Di benak saya berpikir, kalau seorang lokal Anglosakson yang menyaksikan peristiwa ini, tak layak stereotyping-nya pun akan semakin solid: orang Asia semuanya ngga kenal table manner. Apalagi kalau dilengkapi dengan Tour de Chinatown.

Balik enam tahun lalu, saya baru masuk ke sharehouse dan pertama kalinya punya housemates bule anglosakson. Dan tiga bulan pertama ... atrocity.

Memalukan tapi mau gimana lagi. Itu terjadi. Nasi udah jadi bubur ayam.

Housemates seringkali bilang, Stop making noise. Saat saya tengah asik makan. hehe

^^

Lalu, Try to be a bit quiet when you munch and less clattery with the plate too.

Beh !

Oaah ... tapi sejak itu saya pun lebih sadar saat tengah makan atau mengunyah.

Ah, siapa bilang suku Barat sempurna dalam segala hal. Satu hal yang saya ngga mengerti, menyemprot hidung baik bersin maupun mengeluarkan cairan ingus, bisa-bisanya dengan kasualnya dianggap normal, selama kita bilang, Excuse me, semuanya kembali indah.

Kalo bersin, hemat saya, iyalah emang ngga bisa ditahan. Tapi kalo lagi di tempat umum, eg. di kafe, terutama di kereta, tau-tau bule di samping, ngga wanita ngga pria, ngeluarin sapu tangan dan sroooot, srottt.

Dan saya cuma bisa melongo loh. Ini kan dianggap salah satu yang paling tidak sopan di RI.

Dan soal tangan SINISTRA. Perkara tangan kiri yang ngga bersih, ngga sopan, ngga layak dipakai. Maka, gunakanlah tangan kanan selalu, nasihat kepada semua bocah dan kanak di RI.

Seringkali classmates Anglo tanpa jengah berujar, So the left hand is considered impolite for Indonesians yeah?

Saya : Err yea, and in many parts of Asia as well.

+Why

Saya : Err ...

Boh!

Sampai di sini saya pun berusaha diplomatik, kadang jawab saya, Have you travelled a bit in Asia. Or the Middle East. Atau kadang response yang lebih gamblang kalo itu teman yang cukup baik, .... Well, the left hand side, in Indonesia, err you know, like ... when you go to the toilet ... what happens is ...

Hihihi ....

Tapi kadang kalo situasinya ngga layak ngebincangin hal-hal penuh intrik budaya dan kultur, paling saya tunda sambil beli waktu (buying time) ... Err, I'll tell you in a while orighty.

Sigap dan gegas bak Pramuka siaga kan saya??? ^^

Perugia, Sotto la Neve


Dio Mio! It snows in this Etruscan city.


+++


Pigeon, anyone?