aprile 15, 2007

Orang Perancis arogan? Orang Italia ekstra ramah? Maah ...

Aduh hari gini masih aja populer stereotyping dan generalisasi ... ouff.

Di kereta trenitalia menuju France, pagi hari jam sembilan, sebab itu kereta malam maka sebagian penumpang pun telah sempat mendapatkan beberapa jam tidur yang relatif nyaman (pun mungkin lelap) : di kabin sebelah sang penumpang adalah seorang bapak perancis dan seorang bapak India, mereka sibuk berdiskusi mengenai hal-hal yang dapat dibincangkan antar dua orang asing yang bersua di kereta eksotik ini - diskusi berkisar terutama mengenai pengalaman si bapak Gallic yang pernah tinggal di India.

Tak ada masalah. Bapak Perancis turun di stasiun dan bapak India tinggal sendirian di koridor kereta. Kami masih menunggu kereta melanjutkan rute côte d'azur ini.

Di kabin kami selain saya ada dua anak muda amerika dan satu ibu perancis. Salah satu anak muda ini, Owen, tinggal di Montpellier, Perancis, dalam program studi exchange.

Dan bapak India pun memulai percakapan - mungkin awalnya untuk mengusir kebosanan:

─How are the French? Are they kind and helpful or arrogant?

Owen: mhh what do you mean, in what way?

─Do they speak English well? I don't speak French but all the time I was in Italy, Italian don't speak English but they're very helpful, they couldn't explain what I wanted they helped me a lot, they did everything to help me. Is it the same with the French? I guess they will speak more English but I'ver heard they're not very kind ...

────────────────────────────────────────
Aiiyah, hari gini masih ada bapak-bapak yang men-generalisasi dan men-stereostype bangsa tertentu, orang Italia tidak jago bahasa Inggris, orang Perancis arogan etcetera.

Mah ... menurut saya itu bak formula medieval.

Orang Italia mungkin tak banyak yang fluent dalam bahasa Inggris, orang Perancis mungkin standar Eropa lebih luwes dan berinteraksi dengan Anglomonde, tapi untuk bilang orang Italia lebih ramah, orang Perancis arogan, bullcrap, idiosinkrasi jaman pertengahan.

Pengalaman saya berkata, banyak juga orang Italia yang saya kenal yang jago berbahasa anglo, pun banyak pula orang Italia yang relatif jahat, tak peduli akan kesulitan, ia tak akan menolongmu; saya pun kenal banyak teman Perancis yang super duper ramah dan tak arogan sama sekali dengan non-French.

Eh allora ...?

Jangan lupakan dogma nasional kita bahwa bangsa Indonesia ramah sopan santun dan sebagainya? Ngga semua begitu. Ngga bisa men-generalisir hari gini.


No ...?

aprile 14, 2007

Marseille, France

Kota pelabuhan, kedua terantik di Perancis, berorigin Yunani.

Marseille dengan Vieux Port dan La Notre Dame de la Garde. Metropolis penuh chaos dan kesibukan di setiap sudutnya. Kota kedua, metropolis maghreban, terbesar di Perancis, sibuk dengan kampanye politik untuk eleksi presiden mereka tanggal dua puluh dua.

Dan Marseille, kota imigran di mana di beberapa distriks-nya bahasa Arab adalah bahasa jalanan yang meraja, bukan bahasa Perancis.


Marseille dengan background la notre dame de la garde


Bird's eye view Marseille


Tampilan cliché kota perancis

ps. maafkan foto portret, bukan untuk narsisme, tapi buat menampilkan, satu-satunya fot yang saya miliki, bird's eye view Marseille.
pps. komentar masih tetap diapresiasi.

aprile 07, 2007

Antibes, Côte d'Azur

Dan beginilah la vie berputar di Sud de la France, di Perancis selatan.

Ribuan kepala menyesaki setiap sudut pantai dan pusat kota.

Antibes, 26 km dari Nice, gemulai menggoda dengan centre antiknya, dengan deretan kursi kafe dijemur oleh terpaan ultraviolet matahari, dengan marché provençal (pasar provence)-nya, dengan aroma herbs dan parfum Provence yang terkenal itu, dengan museom Picasso-nya, dengan tower antiknya, dengan resto Perancis yang menggoda dengan tableaux de menu-nya.

Berikut foto dari Antibes, côte d'azur:







ps. komentar s'il vous plaît.

aprile 05, 2007

St Paul de Vence, Côte d'Azur

Dan diriku telah tiba di France tercinta.

Hidup di sini sangat menyenangkan dan menggoda. Nice, terperangkap oleh sumberdayanya sendiri, laut Mediteranea, gunung Alpes, kebun anggur, kebun olive, kebun lavender, dan desa medieval peninggalan keluarga Savoie (eks keluarga royal Italia)

Berikut foto dari St Paul de Vence, Côte d'Azur:









ps. komentar s'il vout plaît