settembre 22, 2006

Al cuore non si comanda

The Italian language has a decent proverb regarding amore, love, etc:

Al cuore non si comanda.

=One does not command the heart=

Oooh how ironically justified.

ººº


And the expected was delivered. The frase was : non essere innamorato.

Chi?

The love of your existence stated, not enamoured, sorry baby.

And you gotta swallow the bile.

To get better?

Speriamo bene, amore mio.


...

settembre 19, 2006

ciao da Perugia

Kelas Italian saya akan berakhir minggu depan. Dan tentunya masih akan melanjutkan kelas berikutnya, 4º grade.

Ah senang ati, tampaknya akan lebih besar tantangan sebab selain kelas grammatica pun ada kelas pilihan elektif: story, translasi, dll.

Pun moga-moga bisa ketemu lebih banyak temen yang menyenangkan.

Berita terakhir: saya akan pindah rumah lagi akhir bulan ini, Sept. Kali ini, rumah baru lebih kecil, penuh keuntungan dan ketidakuntungan: lebih deket ke universitas, lebih deket ke centro, sehingga ngga perlu terlalu bersusah payah di musim dingin menjelang, plus prospek (akhirnya) tinggal dengan locals, empat student Italian. Sewa yang harus dibayar pun tampaknya akan lebih ekonomis tapi tentu aja apt ini karena dekat centro, pusat kota, maka keciiiiiiiil sekali, satu kamar mandi dibagi untuk total lima penghuni oooaaah ... dan, ngga ada mesin cuci, hingga nanti harus ke lavanderia (landromat).

Hidup bukan cuma item dan putih melainkan gradual warna.

settembre 12, 2006

Il Vaticano

Fontana, Io

Egyptian obelisc robbed by the Romans


ººº


Katedral termegah dan termewah(? ─sebab ia penuh dengan karya seni tak ternilai) sejagat. Dan TERBESAR pula.

Ngga salah lagi, ia terletak di State terkecil di era modern kita.

Home to the Pope.

The Holy See, The Vatican.



Columns

The Vatican

La catedrale di San Pietro, Inside : ANGELO

La catedrale di San Pietro, Inside : ALTARE

La catedrale di San Pietro, Inside : BERNINI?



Swiss Guard, five hundred years old


Swiss Guard, five hundred years old


The Vatican, Piazza San Pietro

The Cathedral of San Pietro, Façade




settembre 08, 2006

Saat seseorang menjadi ekstremis agamis. Boh ...!

Entah mau nulis apalagi di halaman blog ini, rasanya makin males ajah euy. Pun ngga banyak ide untuk dituangkan selain (mau gampangnya aja) memposting foto travelogue di negeri dongeng Italia ini.

Namun, buat intermezzo, bisa dibilang kehidupan saya di Italia melaju dengan beberapa drama (che casino, kata orang Italia).

Selama bertahun-tahun terakhir ini, saya sedikit bertemu dengan compatriots RI. Di Sydney banyak warga Indonesia namun bisa dibilang kecuali teman-teman terdekat, saya bisa dibilang hilang kontak.

Di Perugia, Italia, ada sekitar selusin students RI yang kebanyakan tiba akhir bulan Juni, seperti saya. Tidak disangka, saya di sini pun harus menemukan kebenaran peribahasa di bawah ini:

L'abito non fa il monaco (IT)
L'habit ne fait pas le moine (FR)

Don't judge a book by its cover

Selama ini saya selalu berusaha berpikir lugas, namun setelah bertemu dengan beberapa orang «religious» saya harus angkat tangan.

Ngga sanggup lagi. Cape ati.

Apalagi mereka yang ekstremis.

Ada seorang classmate, seorang Tunisian, yang selalu berceloteh betapa agama yang dianutnya adalah sempurna, bahwa ialah satu-satunya Saint di Italia, sementara yang lainnya adalah sampah dunia bergelimpang dosa duniawi.

Sementara seorang student Indonesia yang saya kenal sekitar sebulanan lebih parah lagi. Awalnya semua tampak normal, namun saya pun harus bilang saya bergidik saat mengetahui revelasi pandangan politik dunianya.

Seorang wanita, student RI yang mendapat beasiswa di Italia, dan suatu hari saat kami tengah duduk di dapur, terpaku ke layar TV, melihat berita perang Libanon-Israel:

Ia: «aduh ... orang Yahudi itu semua jahat, pantas mati. Hitler itu sudah benar, coba seandainya ia berhasil menghilangkan orang Yahudi, dunia akan lebih baik saat ini.»

Saya (dalam hati) .............. holy crap, this is unfuckenbelieavable, this woman person is mad!

Dan semua respek dan toleransi saya terhadapnya hilang, termasuk hangusnya keinginan saya untuk bersahabat bersamanya.

Saya ngga bisa bergaul dengan mereka yang ekstremis, picik dan berpandangan sempit seperti itu.

E basta, no???!