Visualizzazione post con etichetta turismo. Mostra tutti i post
Visualizzazione post con etichetta turismo. Mostra tutti i post

ottobre 06, 2009

Cordoba, Spain


Walkin' under the arch

settembre 17, 2009

Ponte Sant'Angelo, Roma, Italia


Ponte Sant'Angelo

settembre 16, 2009

Italian Bride

settembre 11, 2009

Piazza San Pietro, Vatican City

Negara Vatikan (Vatican City) - kota, negara, gereja - sejak tahun 1929 berdiri di atas tanah "suci" seluas tak sampai 0,5km persegi, berada di jantung kota Roma. Penghuninya adalah "orang-orang suci" alias para kardinal.

Sebelum Pakta Lateranensi (1929) di atas, Vatikan adalah salah satu organisasi politik / dinasti yang paling besar (dan ditakuti) di Eropa, setara dengan dinasti Habsburg, Savoy, ataupun Napoleon.

Semua bermula pada donasi oleh kaisar Pepin Si Pendek pada Paus Stephen II. Alkisah kaisar Pepin, ayah Kaisar Charlemagne yang menyatukan Eropa, ini sembuh dari sakit misteriusnya setelah Paus Stephen II memberikannya doa dan ritual penyembuhan. Saking gembiranya, sang kaisar memberi hibah pada pemimpin gereja Katolik.

Kuhadiahkan Roma dan teritori suku Lombardi pada keturunan San Petrus

Donasi verbal ini menjadi basis Negara Vatikan (Church State).


____________________________________



Piazza yang didesign oleh Michelangelo, disempurnakan oleh Bernini, ini masih saja buzzing oleh lalu-lalang turis dan peziarah dari seluruh penjuru dunia.

agosto 27, 2007

Kepribadian dan Pavia, Lombardia, Italia

O’Father please forgive me for I have sinned.

Saya ingin membuat satu pengakuan. Saya merasa linglung di Jakarta.
Masalahnya mungkin tampak simpel tapi tolong jangan remehkan!
Buat laymen (si awam, seperti saya ini) perlu pengetahuan filosofikal yang solid untuk menganalisanya. Jadi begini: di Jakarta tercinta namun penuh asap timbal ini saya telah beberapa kali mencoba melamar pekerjaan. Pekerjaan formal dan informal dan mencarinya pun dengan metode konvensional, via iklan-iklan pekerjaan di media. Mata saya kini terbiasa skimming job ads tersebut (nb. yang tak jarang ditulis dengan bahasa Inggris yang “seadanya” di mana error gramatikal bergelimpangan, hmm … tapi bukan itu inti enigma kita kali ini). Bukan bohong bukan bual, saya kini piawai skimming syarat dan presyarat, requirements di job ads. Tapi … ini dia the crux of the question, kadang saya mandek, entah bagaimana harus bersikap. Soalnya seringkali diminta “BERWAJAH DAN PENAMPILAN MENARIK” dan reaksi saya seketika, waduh kriterianya apa yah? Apakah direktur (HRD) company tersebut akan membuat checklist saat menginterview saya? Ngomong-ngomong wajah dan penampilan yang menarik itu seperti apa sih? Adakah kisi-kisi guide berwajah aduhai. Bah … padahal job tsb sama sekali tidak mencari model atau pemain sinetron loh!

Tapi satu lagi yang lebih impresif, kadang syarat yang harus mutlak saya miliki, “BERKEPRIBADIAN MENARIK” whoaaaah… hang on a sec, bodohnya saya, selama ini saya pikir kepribadian (personality) itu sebuah konsep abstrak. Oh la la seandainya saja Socrates atau Plato 2500 tahun yang lalu sempat menerawang dan menulis kitab “Dapatkan kepribadian menarik”, bayangkan betapa kita semua akan beruntung jika ada panduannya. Sungguh saya ter-intrigued untuk mengetahui di mana kepribadian saya di skala korporat mereka, apakah saya menarik atau membuat orang ingin muntah? Tolong kontak saya bagi yang telah menemukan metode pengukuran penampilan dan kepribadian yang “menarik” yah yang kira-kira, approximate juga boleh kok.
Mea culpa, mea culpa, mea maxima culpa.

post scriptum: Saya telah berkecimpung makan asam garam melamar kerja di luar Indonesia, tapi memang tak berguna mendebati sistem HRD di RI sangat unik, jauh lebih sophisticated (err …!) dari HRD negara-negara industrial.

pps. bagi pengunjung setia blog ini, ada sedikit utang dari saya sekaligus token tanda kangen saya terhadap negeri Italia. Tolong jangan tanya apakah saya rindu negeri Italia!!! Jawabannya sama seperti jawaban Anda, “Apakah ikan berenang di air?”


Il Duomo di Pavia


Piazza principale di Pavia

Kota Pavia, piazza dan Duomo di Pavia. Saya mengunjungi kota tranquil Pavia di suatu kesempatan yang sangat singkat, bulan Mei lalu. Sebab jarak Pavia dan Milan yang tak lebih dari 30 menit dengan kereta, mudah saya tinggal melompat ke gerbong trenitalia. Pavia sendiri, seperti kota-kota provincial Italia lainnya, berukuran human-scale. Justru ini kesuperioritasan bangsa Eropa dari Amerika/Asia (buang jauh-jauh filosofi, bigger’s better beurkk…).

Centro Pavia tak terlalu besar, tenang, dengan centro yang “megah”. Di mata saya memang megah, grandiose, tapi sangat elegan sebab tepat di smack bang centro-nya katedral Pavia berdiri anggun mengerling kepada pengunjung. Salah satu masterpiece arsitektural era Byzantium yang tak banyak ditemukan di Italia.

Dan seperti kota-kota Nord (Utara) lainnya, Pavia berlandscape rata, flat, maka itu sepeda-sepeda pun mudah melaju di mana-mana. Ditambah lagi dengan komunitas mahasiswanya. Yah, begitulah si cabe rawet Pavia, kotanya boleh kecil cuwil tapi universitasnya (Università di Pavia) salah satu universitas TERTUA di Eropa (abad ke-12) dan sangat TERKEMUKA seantero Italia.

giugno 01, 2007

Milano, Lombardia, Italia


Dan saya, beserta jutaan lainnya, mengkonfirmasi bahwa Milan (Milano, IT) adalah pusat bisnis, kota kapitalistik Italia. Bukti nyata bisa dilihat dari infrastruktur kota yang mengedepankan kemajuan, kemodernan, hingga centro storico Milano (kota antik) yang biasanya sangat esensial dan mudah ditemukan di kota-kota di Italia … sangat insignifikan:

Mau bukti Milan kota bisnis? Gereja Katolik Roma pun tidak mau ketinggalan mengais rejeki sembari merenovasi façade Katedral Milano, mengingat posisinya yang super strategis. BALIHO gigantesque alla in your face tepat di pusat kota Milano!

Dan tentu saya harus berterima kasih kepada seorang responden, seorang gadis Indonesia yang beresidensi di Milan, yang dengan murah hati telah membantu, menampung saya barang dua malam. Yasmina, yang saya kenal via blog-nya: baneneira.net

Hingga kini total baru tiga kali saya bersua mua secara personal dengan teman blog.
Pertama, di Sydney, awal tahun 2006 (maafkan, tapi halaman blog-nya telah hilang dari database saya).
Kedua, November 2006, di Italia (Cesena, www.tarivancollem.blogspot.com) seorang wanita italo-indonesia yang sangat baik hati, jago masak, dan sangat ramah terhadap student RI di Italia.
Ketiga, Yasmina. Hingga kini bisa dibilang respons positif yang selalu saya persepsi, ah mungkin saya yang beruntung mengenal teman-teman blog ini.

Dan pengalaman kamu sendiri, bertemu dg bloggers lain kopi darat? Positifkah?

un abbraccio a tutti I miei respondenti virtuali +++


Il Duomo di Milano

aprile 23, 2007

French cafés in all their glory


Café, Aix en Provence


Café, Aix en Provence


Café, Antibes


Café, Villefranche

aprile 17, 2007

petit riddle for the readers

Preview untuk posting berikutnya.

Clues: the great western schism, rome no longer capital of the christiandom, selatan Perancis, raja Philippe IV.

Ada yang jago menebak lokasi sang struktur maha potent ini ???

Salam dari Perancis.





── ──
Update 17 april: Dan tak adakah di antara kalian yang sanggup menebak lokasi foto di atas?
Eheh

;)
Dan liburan aux escargots saya pun berakhir. Senang sekali kembali ke France, setelah tiga tahun lamanya ngga menghirup aroma baguette di pagi hari (sayangnya saya ngga bisa bilang aroma arabica, karena kopi Perancis tidak en par dengan espresso di Italia, viva caffé italiano).

Singkat cerita, sedikit sum up, hal menakjubkan yang telah saya alami kali ini:
1. mencoba magret de canard di resto perancis di Nice, citarasa dan service impaccable.
2. melihat pétanque dimainkan di mana-mana - life is sublime in the Mediterrenean.
3. AKHIRNYA, di Musée des Beaux-Arts Lyon, melihat beberapa pieces Picasso, Rubens, Rembrandt, hmm ... break yang menyegarkan dari artis Italia.
4. gateau croquant aux amandes, di patesserie lokal, tampak antik, di Vieux Lyon.
5. tourte de blette, gateau specialité niçoise. Oh la la lezat nian.

Woaaah ... dan seorang teman bertanya, Kamu menyukai lebih yang mana France atau Italia.

Jawab saya, j'aime tous les deux.

Ah oui oui c'est ça mon vieux.

aprile 16, 2007

Lyon, France

Woaaah, saya punya terlalu banyak cerita dan ilustrasi akan negeri Gallic tercinta ini. France bak rumah ke-sekian bagi saya, setelah IDN, AUST, ITA, hmm entah apa jadinya jika, au contraire dari memutuskan untuk hinggap ke negeri pasta dan pannacotta, saya memilih studi di France ini? Pertanyaan bodoh yang tak perlu dijawab.

Dan minggu ini France pun, sembari bersiap menghadapi datangnya musim terik dan kebakaran hutan di Selatan, rakyat perancis semuanya keluar rumah untuk menyambangi terpaan ultraviolet 26°C.

Dan berikut images dari Lyon, France, April 2007.


Anak-anak kecil Perancis bermain di taman le Palais des Beaux Arts


La place Terreux, salah satu piazza terbesar di Eropa, penuh warna dan aktifitas Lyonnais


vélo "V"

aprile 14, 2007

Marseille, France

Kota pelabuhan, kedua terantik di Perancis, berorigin Yunani.

Marseille dengan Vieux Port dan La Notre Dame de la Garde. Metropolis penuh chaos dan kesibukan di setiap sudutnya. Kota kedua, metropolis maghreban, terbesar di Perancis, sibuk dengan kampanye politik untuk eleksi presiden mereka tanggal dua puluh dua.

Dan Marseille, kota imigran di mana di beberapa distriks-nya bahasa Arab adalah bahasa jalanan yang meraja, bukan bahasa Perancis.


Marseille dengan background la notre dame de la garde


Bird's eye view Marseille


Tampilan cliché kota perancis

ps. maafkan foto portret, bukan untuk narsisme, tapi buat menampilkan, satu-satunya fot yang saya miliki, bird's eye view Marseille.
pps. komentar masih tetap diapresiasi.

aprile 07, 2007

Antibes, Côte d'Azur

Dan beginilah la vie berputar di Sud de la France, di Perancis selatan.

Ribuan kepala menyesaki setiap sudut pantai dan pusat kota.

Antibes, 26 km dari Nice, gemulai menggoda dengan centre antiknya, dengan deretan kursi kafe dijemur oleh terpaan ultraviolet matahari, dengan marché provençal (pasar provence)-nya, dengan aroma herbs dan parfum Provence yang terkenal itu, dengan museom Picasso-nya, dengan tower antiknya, dengan resto Perancis yang menggoda dengan tableaux de menu-nya.

Berikut foto dari Antibes, côte d'azur:







ps. komentar s'il vous plaît.

aprile 05, 2007

St Paul de Vence, Côte d'Azur

Dan diriku telah tiba di France tercinta.

Hidup di sini sangat menyenangkan dan menggoda. Nice, terperangkap oleh sumberdayanya sendiri, laut Mediteranea, gunung Alpes, kebun anggur, kebun olive, kebun lavender, dan desa medieval peninggalan keluarga Savoie (eks keluarga royal Italia)

Berikut foto dari St Paul de Vence, Côte d'Azur:









ps. komentar s'il vout plaît

marzo 13, 2007

Hommage to the eternal city

ROME ROMA ROME ROMA :
Di Italia, seringkali ia disebut La Bella Roma.






marzo 09, 2007

Calcata, Lazio, Italia







And Italy remains the last bastion of the old world, where a piece of art and culture remains visible in many angles in the pasta land.

Luckily enough, me mates, their owning vehicles and us non-italian students no, took us the a "borgo medioevale", a medieval bourg. Perfect location too: only fourty five kilometres from the capital Rome, and petite enough to be explored on a day trip.

Too bad the restaurants, too overcrowded and understaffed, remains a delusion to us who had to wait two hours. Hence, ordering at two pm meaning we got to munch at four in the (quasi) early evening. We're almost ready to order for dinnner.

No, the hispanic chef lady was nice enough to cajole us, to our content, with a couple of extra plates on the house. As well as dolci (desserts) on the same terms, at our choice.

...

The old centre (centro) appears splendidly preserved, enlivened by street musicians playing waltz tunes attempting to lure Romans to part coins into the guitar case.


nb. comments appreciated. ciao ciao from Italiaaaaaaaaaa.

marzo 05, 2007

Galleria Borghese, Roma



Roma, kota antik yang -sangat mungkin sekali- menyimpan paling banyak harga karun dan karya seni sedunia.

Akhirnya, setelah lebih dari setengah tahun menunda rencana grand mengunjungi salah satu galeri paling ternama (dan terbaik?) sedunia, dengan kehadiran teman dari Perancis yang kebetulan tengah berlibur di Roma, ia mengajak, dan pucuk dicinta ulam tiba.

Galeria Borghese, gagah berdiri sejak awal abad ke tujuh belas, residensi keluarga sang Paus borghese, sulit dideskripsikan keindahakannya.

Maka dalam tempo dua jam, saya telah menyaksikan salah satu afresco terbesar, terindah, dengan warna-warna nyata hidup sangat harmonius melukiskan kisah dan mitos Yunani.


Belum lagi patung-patung (statues) Bernini : Apollo dan Daphne, David membetet Goliath.

Afresko Nymphe yang jatuh cinta sebelah tangan kepada Aphrodite.


Sedikitnya empat lukisan Caravaggio —mamma mia, Caravaggio adalah seorang master "kontras" antara cahaya, gelap, dan terang ia seorang genius!

Sedikitnya sebuah lukisan Raffael.

Lukisan Tiziano.

Lukisan Botticelli.

Lukisan Perugino.

...

Dua hari kemudian pun, masih ... remaining gobsmacked!

http://www.galleriaborghese.it/borghese/it/default.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Galleria_Borghese

febbraio 03, 2007

Tidbits of Italy —where old tradition lives in abondance

Image Hosted by ImageShack.us

Entah apa jadinya dunia yang kita tempati ini tanpa guardians of tradition, negara-negara macam France dan Italia, yang untungnya masih saja setia menjaga warisan kebudayaan mereka di tengah gempuran kultur transgresif à la amerika.

Tentu saja negara “old Europe” ini ditunjang oleh “patrimonia nazionale” —national heritage— salah satunya berupa kota-kota megah abad pertengahan.

Kota di mana saya berteduh, Perugia, misalnya.


Image Hosted by ImageShack.us
Calzolaio (di zaman serba instan ini, pakaian buatan pabrik dan “made in china” semakin marak, untungnya masih hidup tradisi kuno pembuatan kaus kaki artisanal. Calzolaio = pengrajin kaus kaki)


Clown (badut, bergegas pulang setelah lelah menghibur publik)


Edicola (newsstand, kios koran modern bersanding dengan gedung antik)

Image Hosted by ImageShack.us
Mini (jalanannya sempit dan kecil, maka kendaraan yang tepatpun haruslah mini)


Museo Nazionale dell’Umbria (museum kebanggaan kota Perugia, pemilik artefak Etruska terbanyak, di seluruh peninsula Italia)


Pasticceria Sant’Ercolano (patisserie tradisional, setia menggoda publik yang melewati jendelanya)

gennaio 20, 2007

Napoli


Napoli (Naples), Campania, Italia

Oyah, kemaren saya sempet hop in trenitalia, menuju ................ errr, Napoli. Kota greco-spagnolo yg aneh itu. Dari awal udah rada serem, tiap hari di tv di sini -Italia- banyak genangan darah di jalanan Napoli, turis dirampok etc, temen2 Romani juga bilang super ati2 (dompet ditaro di tempat tak terjangkau –haah, emang hari gini masih gaya naro dompet di balik cangcut?) ... anyway, saya ambil kereta regionale yg paling murah, banyak sih eurostar tapi beda harga bikin begidik.

Tiba di napoli centrale, disorientasi, berharap ada informasi turis buat ambil peta atao apa kek, dan saya berharap terlalu banyak. Tidak ada kios turisme di stasiun!

Napoli memang bizarre. Soal traffico, Roma aja udah kacau, Napoli itu dobel -motor2 seliweran merasa raja jalanan. Pelacuran terang2an, jam lima sore udah memajang diri dg bergerombol para "donnaccie" -pelacur- sambil melirik ke pelalulalang. Anak2 kecil 5 atau 6 taon «scugnizzo» -raskal- melaju dg motor mini mereka, dengan pilox di tangan, mencoret mobil2 yg mereka lalui.

Bukan saja sampai di situ, anak-anak remaja tanggung, 15 tahun-an. bukannya berada di sekolah tapi malah berkerja. Realitas kehidupan keras Napolitana???

Banyak pula ibu-ibu Napoli yang berjualan rokok dengan harga murah. Rokok ilegal sebetulnya. Rokok contraband. Rokok tak berpajak. Saya pikir ini potret usang Napoli tahun 70-an atau apalah, cerita di buku-buku tua. Tapi masih saja aktual. Dan tak ada satu polisi pun yang saya lihat mempatrol jalanan Napoli.

Gila euy!

Pedagang kaki lima bukan saja org Afrika tapi juga para Napolitani yg harus survive bergerilya mencari sesuap nasi. Di jalan,
kebanyakan org bicara dialetto napolitano, saya bukan saja ngga ngerti
dialetto tapi juga saat mereka bicara italiano-italiano, susah nangkep
aksennya yg bizarre itu. Apa mau dikata, Napoli bak dunia lain!

Napoli in images :
(komentar akan sangat diapresiasi)


Fruttivendolo (fruitstall)


Panni in aria (Napoli's famous washing lines) ubiquitous everywhere in Napoli


Vicolo (Napoli's sombre alleyways)


Bidonville (Napoli, a dirty port town)

dicembre 20, 2006

Perugia, città antica bagnata in luce

Seperti yang dijanjikan, foto "Perugia bathed in light" berikut ini.

Komentar s'il vous plait :)


Perhatikan, selain atap dan warna façade kota antik di Italia, di latar belakang hembusan kabut Umbria yang terkenal. Dan, tidak bohong, itu fenomena mengagumkan luar biasa saat kabut mulai turun melenyapkan kaki bukit hingga hanya puncaknya saja yang tersisa tampak. Hari itu, kami pun bergurau, ah itu danau Trasimeno (karena, saking tebalnya, sang kabut bak uluran air danau) padahal danau Trasimeno tidak terlihat dari Perugia─tapi mau bagaimana lagi, Italia adalah il bel paese (the beautiful country) kata para Italians sendiri loh!