Cordoba, Spain
Walkin' under the arch
Ponte Sant'Angelo
Posted by
CIAO ITALIA!
at
11:38 AM
0
comments
Labels: turismo
Negara Vatikan (Vatican City) - kota, negara, gereja - sejak tahun 1929 berdiri di atas tanah "suci" seluas tak sampai 0,5km persegi, berada di jantung kota Roma. Penghuninya adalah "orang-orang suci" alias para kardinal.
Sebelum Pakta Lateranensi (1929) di atas, Vatikan adalah salah satu organisasi politik / dinasti yang paling besar (dan ditakuti) di Eropa, setara dengan dinasti Habsburg, Savoy, ataupun Napoleon.
Semua bermula pada donasi oleh kaisar Pepin Si Pendek pada Paus Stephen II. Alkisah kaisar Pepin, ayah Kaisar Charlemagne yang menyatukan Eropa, ini sembuh dari sakit misteriusnya setelah Paus Stephen II memberikannya doa dan ritual penyembuhan. Saking gembiranya, sang kaisar memberi hibah pada pemimpin gereja Katolik.
Kuhadiahkan Roma dan teritori suku Lombardi pada keturunan San Petrus
Donasi verbal ini menjadi basis Negara Vatikan (Church State).
Piazza yang didesign oleh Michelangelo, disempurnakan oleh Bernini, ini masih saja buzzing oleh lalu-lalang turis dan peziarah dari seluruh penjuru dunia.
Posted by
CIAO ITALIA!
at
10:57 AM
1 comments
Labels: turismo
O’Father please forgive me for I have sinned.
Saya ingin membuat satu pengakuan. Saya merasa linglung di Jakarta.
Masalahnya mungkin tampak simpel tapi tolong jangan remehkan!
Buat laymen (si awam, seperti saya ini) perlu pengetahuan filosofikal yang solid untuk menganalisanya. Jadi begini: di Jakarta tercinta namun penuh asap timbal ini saya telah beberapa kali mencoba melamar pekerjaan. Pekerjaan formal dan informal dan mencarinya pun dengan metode konvensional, via iklan-iklan pekerjaan di media. Mata saya kini terbiasa skimming job ads tersebut (nb. yang tak jarang ditulis dengan bahasa Inggris yang “seadanya” di mana error gramatikal bergelimpangan, hmm … tapi bukan itu inti enigma kita kali ini). Bukan bohong bukan bual, saya kini piawai skimming syarat dan presyarat, requirements di job ads. Tapi … ini dia the crux of the question, kadang saya mandek, entah bagaimana harus bersikap. Soalnya seringkali diminta “BERWAJAH DAN PENAMPILAN MENARIK” dan reaksi saya seketika, waduh kriterianya apa yah? Apakah direktur (HRD) company tersebut akan membuat checklist saat menginterview saya? Ngomong-ngomong wajah dan penampilan yang menarik itu seperti apa sih? Adakah kisi-kisi guide berwajah aduhai. Bah … padahal job tsb sama sekali tidak mencari model atau pemain sinetron loh!
Tapi satu lagi yang lebih impresif, kadang syarat yang harus mutlak saya miliki, “BERKEPRIBADIAN MENARIK” whoaaaah… hang on a sec, bodohnya saya, selama ini saya pikir kepribadian (personality) itu sebuah konsep abstrak. Oh la la seandainya saja Socrates atau Plato 2500 tahun yang lalu sempat menerawang dan menulis kitab “Dapatkan kepribadian menarik”, bayangkan betapa kita semua akan beruntung jika ada panduannya. Sungguh saya ter-intrigued untuk mengetahui di mana kepribadian saya di skala korporat mereka, apakah saya menarik atau membuat orang ingin muntah? Tolong kontak saya bagi yang telah menemukan metode pengukuran penampilan dan kepribadian yang “menarik” yah yang kira-kira, approximate juga boleh kok.
Mea culpa, mea culpa, mea maxima culpa.
post scriptum: Saya telah berkecimpung makan asam garam melamar kerja di luar Indonesia, tapi memang tak berguna mendebati sistem HRD di RI sangat unik, jauh lebih sophisticated (err …!) dari HRD negara-negara industrial.
pps. bagi pengunjung setia blog ini, ada sedikit utang dari saya sekaligus token tanda kangen saya terhadap negeri Italia. Tolong jangan tanya apakah saya rindu negeri Italia!!! Jawabannya sama seperti jawaban Anda, “Apakah ikan berenang di air?”
Il Duomo di Pavia
Piazza principale di Pavia
Kota Pavia, piazza dan Duomo di Pavia. Saya mengunjungi kota tranquil Pavia di suatu kesempatan yang sangat singkat, bulan Mei lalu. Sebab jarak Pavia dan Milan yang tak lebih dari 30 menit dengan kereta, mudah saya tinggal melompat ke gerbong trenitalia. Pavia sendiri, seperti kota-kota provincial Italia lainnya, berukuran human-scale. Justru ini kesuperioritasan bangsa Eropa dari Amerika/Asia (buang jauh-jauh filosofi, bigger’s better beurkk…).
Centro Pavia tak terlalu besar, tenang, dengan centro yang “megah”. Di mata saya memang megah, grandiose, tapi sangat elegan sebab tepat di smack bang centro-nya katedral Pavia berdiri anggun mengerling kepada pengunjung. Salah satu masterpiece arsitektural era Byzantium yang tak banyak ditemukan di Italia.
Dan seperti kota-kota Nord (Utara) lainnya, Pavia berlandscape rata, flat, maka itu sepeda-sepeda pun mudah melaju di mana-mana. Ditambah lagi dengan komunitas mahasiswanya. Yah, begitulah si cabe rawet Pavia, kotanya boleh kecil cuwil tapi universitasnya (Università di Pavia) salah satu universitas TERTUA di Eropa (abad ke-12) dan sangat TERKEMUKA seantero Italia.
Posted by
CIAO ITALIA!
at
11:42 AM
2
comments
Labels: quotidianeità, turismo
Mau bukti Milan kota bisnis? Gereja Katolik Roma pun tidak mau ketinggalan mengais rejeki sembari merenovasi façade Katedral Milano, mengingat posisinya yang super strategis. BALIHO gigantesque alla in your face tepat di pusat kota Milano!
Posted by
CIAO ITALIA!
at
1:04 PM
0
comments
Labels: turismo
Café, Aix en Provence
Café, Aix en Provence
Café, Antibes
Café, Villefranche
Posted by
CIAO ITALIA!
at
4:30 PM
0
comments
Labels: turismo
Posted by
CIAO ITALIA!
at
11:10 AM
2
comments
Labels: turismo
Woaaah, saya punya terlalu banyak cerita dan ilustrasi akan negeri Gallic tercinta ini. France bak rumah ke-sekian bagi saya, setelah IDN, AUST, ITA, hmm entah apa jadinya jika, au contraire dari memutuskan untuk hinggap ke negeri pasta dan pannacotta, saya memilih studi di France ini? Pertanyaan bodoh yang tak perlu dijawab.
Dan minggu ini France pun, sembari bersiap menghadapi datangnya musim terik dan kebakaran hutan di Selatan, rakyat perancis semuanya keluar rumah untuk menyambangi terpaan ultraviolet 26°C.
Dan berikut images dari Lyon, France, April 2007.
Anak-anak kecil Perancis bermain di taman le Palais des Beaux Arts
La place Terreux, salah satu piazza terbesar di Eropa, penuh warna dan aktifitas Lyonnais
vélo "V"
Posted by
CIAO ITALIA!
at
3:05 PM
0
comments
Labels: turismo
Kota pelabuhan, kedua terantik di Perancis, berorigin Yunani.
Marseille dengan Vieux Port dan La Notre Dame de la Garde. Metropolis penuh chaos dan kesibukan di setiap sudutnya. Kota kedua, metropolis maghreban, terbesar di Perancis, sibuk dengan kampanye politik untuk eleksi presiden mereka tanggal dua puluh dua.
Dan Marseille, kota imigran di mana di beberapa distriks-nya bahasa Arab adalah bahasa jalanan yang meraja, bukan bahasa Perancis.
Marseille dengan background la notre dame de la garde
Bird's eye view Marseille
Tampilan cliché kota perancis
ps. maafkan foto portret, bukan untuk narsisme, tapi buat menampilkan, satu-satunya fot yang saya miliki, bird's eye view Marseille.
pps. komentar masih tetap diapresiasi.
Posted by
CIAO ITALIA!
at
10:56 AM
0
comments
Labels: turismo
Dan beginilah la vie berputar di Sud de la France, di Perancis selatan.
Ribuan kepala menyesaki setiap sudut pantai dan pusat kota.
Antibes, 26 km dari Nice, gemulai menggoda dengan centre antiknya, dengan deretan kursi kafe dijemur oleh terpaan ultraviolet matahari, dengan marché provençal (pasar provence)-nya, dengan aroma herbs dan parfum Provence yang terkenal itu, dengan museom Picasso-nya, dengan tower antiknya, dengan resto Perancis yang menggoda dengan tableaux de menu-nya.
Berikut foto dari Antibes, côte d'azur:
ps. komentar s'il vous plaît.
Posted by
CIAO ITALIA!
at
10:56 AM
4
comments
Labels: turismo
Dan diriku telah tiba di France tercinta.
Hidup di sini sangat menyenangkan dan menggoda. Nice, terperangkap oleh sumberdayanya sendiri, laut Mediteranea, gunung Alpes, kebun anggur, kebun olive, kebun lavender, dan desa medieval peninggalan keluarga Savoie (eks keluarga royal Italia)
Berikut foto dari St Paul de Vence, Côte d'Azur:
ps. komentar s'il vout plaît
Posted by
CIAO ITALIA!
at
9:35 PM
2
comments
Labels: turismo
ROME ROMA ROME ROMA :
Di Italia, seringkali ia disebut La Bella Roma.
Posted by
CIAO ITALIA!
at
6:10 PM
1 comments
Labels: turismo
Posted by
CIAO ITALIA!
at
11:14 AM
2
comments
Labels: turismo
Posted by
CIAO ITALIA!
at
1:58 PM
1 comments
Labels: turismo
Entah apa jadinya dunia yang kita tempati ini tanpa guardians of tradition, negara-negara macam France dan Italia, yang untungnya masih saja setia menjaga warisan kebudayaan mereka di tengah gempuran kultur transgresif à la amerika.
Tentu saja negara “old Europe” ini ditunjang oleh “patrimonia nazionale” —national heritage— salah satunya berupa kota-kota megah abad pertengahan.
Kota di mana saya berteduh, Perugia, misalnya.
Posted by
CIAO ITALIA!
at
4:27 PM
2
comments
Labels: turismo
Napoli (Naples), Campania, Italia
Oyah, kemaren saya sempet hop in trenitalia, menuju ................ errr, Napoli. Kota greco-spagnolo yg aneh itu. Dari awal udah rada serem, tiap hari di tv di sini -Italia- banyak genangan darah di jalanan Napoli, turis dirampok etc, temen2 Romani juga bilang super ati2 (dompet ditaro di tempat tak terjangkau –haah, emang hari gini masih gaya naro dompet di balik cangcut?) ... anyway, saya ambil kereta regionale yg paling murah, banyak sih eurostar tapi beda harga bikin begidik.
Tiba di napoli centrale, disorientasi, berharap ada informasi turis buat ambil peta atao apa kek, dan saya berharap terlalu banyak. Tidak ada kios turisme di stasiun!
Napoli memang bizarre. Soal traffico, Roma aja udah kacau, Napoli itu dobel -motor2 seliweran merasa raja jalanan. Pelacuran terang2an, jam lima sore udah memajang diri dg bergerombol para "donnaccie" -pelacur- sambil melirik ke pelalulalang. Anak2 kecil 5 atau 6 taon «scugnizzo» -raskal- melaju dg motor mini mereka, dengan pilox di tangan, mencoret mobil2 yg mereka lalui.
Bukan saja sampai di situ, anak-anak remaja tanggung, 15 tahun-an. bukannya berada di sekolah tapi malah berkerja. Realitas kehidupan keras Napolitana???
Banyak pula ibu-ibu Napoli yang berjualan rokok dengan harga murah. Rokok ilegal sebetulnya. Rokok contraband. Rokok tak berpajak. Saya pikir ini potret usang Napoli tahun 70-an atau apalah, cerita di buku-buku tua. Tapi masih saja aktual. Dan tak ada satu polisi pun yang saya lihat mempatrol jalanan Napoli.
Gila euy!
Pedagang kaki lima bukan saja org Afrika tapi juga para Napolitani yg harus survive bergerilya mencari sesuap nasi. Di jalan,
kebanyakan org bicara dialetto napolitano, saya bukan saja ngga ngerti
dialetto tapi juga saat mereka bicara italiano-italiano, susah nangkep
aksennya yg bizarre itu. Apa mau dikata, Napoli bak dunia lain!
Napoli in images :
(komentar akan sangat diapresiasi)
Fruttivendolo (fruitstall)
Panni in aria (Napoli's famous washing lines) ubiquitous everywhere in Napoli
Vicolo (Napoli's sombre alleyways)
Bidonville (Napoli, a dirty port town)
Posted by
CIAO ITALIA!
at
4:47 PM
7
comments
Labels: turismo
Seperti yang dijanjikan, foto "Perugia bathed in light" berikut ini.
Komentar s'il vous plait :)
Posted by
CIAO ITALIA!
at
7:35 PM
4
comments
Labels: turismo
defying fate, pursuing AMORE